Tahu Diri
“Hei,kamu enggak kenapa-napa?” Tanya seorang anak laki-laki berwajah chubby kepada perempuan kurus yang berkulit coklat. “Enggak apa-apa. Aduh…” ucap anak perempuan tersebut . “Kayaknya kamu luka ya? Pasti habis jatoh, mari, aku obatin.” Ucap anak laki-laki tersebut sambil mengambil beberapa daun sirih dan ditempelkan kedengkul anak perempuan tersebut. “Aduh…perih banget..hikss..” ucap anak perempuan tersebut sambil menahan rasa sakitnya.
5 menit kemudian…
“Nah..udah agak mendingan kan?” Tanya anak laki-laki tersebut. “Iya, makasih banyak ya. Ngomong-ngomong nama kamu siapa?” Tanya anak perempuan tersebut. “Namaku Lukas Venza, kalau kamu?” Tanya laki-laki tersebut. “Namaku Talitha Jasmin.” Ucap anak perempuan itu. “Nama kamu bagus, persis kayak orangnya. Aku kelas 3 SD,kamu kelas berapa?” ucap anak laki-laki tersebut “Beneran deh,kamu anak pertama yang bilang aku cantik. Semua orang pada meledek aku karena kulitku ini.” Ucap anak perempuan itu sedih. “Ada apa dengan kulitmu? Kulitmu itu bersih kok. Trus kulitmu itu menandakan kalau kamu itu orang Indonesia asli.” Ucap anak laki-laki tersebut sambil tersenyum.
Begitulah awal perkenalan antara Lukas dengan Talitha. Meskipun mereka berbeda umur 2 tahun,tetapi mereka sudah menjadi sahabat,hingga pada suatu hari….
“Kamu mau pindah ke Amerika? Apakah Amerika itu jauh Lukas?” Tanya Talitha sambil berlinang air mata. “Amerika itu jauh sekali Talitha.” Ucap Lukas yang sudah duduk dibangku 6 SD. “Tapi…nanti siapa lagi yang melindungi aku kalau aku diledek oleh anak-anak yang lain?Hiks..” ucap Talitha sambil berlinang air mata “Kamu masih punya Tuhan kok. Tenang,aku enggak lama kok di Amerika. Ini karena papaku diberikan tugas disana.” Ucap Lukas menghibur. “Janji ya jangan lama-lama?” Tanya Talitha. “Janji.” Ucap Lukas sambil memberikan jari kelingkingnya dan segera dilingkari oleh kelingkingnya Talitha. “Oh iya, ini..aku berikan kalungku. Tenang,ini gambarnya bukan tentang perempuan kok. Ini satu-satunya kalung yang aku saying,aku harap kamu menyimpannya sampai kita bertemu lagi.” Ucap Talitha sambil memakaikan kalungnya dileher Lukas. “Aku janji gak bakal lepas kalung ini. Dan ini buat kamu, aku sendiri yang bikin gelangnya, maaf kalau jelek.” Ucap Lukas sambil memakaikan gelangnya ditangan mungil Talitha bertuliskan “Everlasting”. “Makasih ya Lukas,aku pokoknya bakal pake ini terus sampai kita bertemu lagi!” ucap Talitha. “Lukas!!! Ayo cepat ke mobil,kita sudah mau berangkat ke bandara.” Teriak mamanya dari teras. “Iya ma!!! Talitha,aku pergi dulu ya,jaga dirimu baik-baik. Inget,kamu harus tetep baik sama semua orang biar kamu punya temannya banyak. Dadah Talitha.” Ucap Lukas sambil berjalan kearah mobilnya. “Dadah Lukas!!! Cepat kembali kesini ya!!! Aku menunggumu!!” ucap Talitha berlinang air mata.
Ya…begitulah Lukas yang dulu. Baik,chubby,periang,ramah,dan selalu menemani Talitha dalam suka dan duka. Tetapi sekarang…dia kembali ke Indonesia,tanpa sepengetahuan Talitha setelah 7 tahun lamanya…
Ya…begitulah Lukas yang dulu. Baik,chubby,periang,ramah,dan selalu menemani Talitha dalam suka dan duka. Tetapi sekarang…dia kembali ke Indonesia,tanpa sepengetahuan Talitha setelah 7 tahun lamanya…
“Eh Talitha…katanya ada anak baru loh disekolah kita,kakak kelas sih, tapi cakep banget!” ucap sahabatnya Talitha, Felia. “Ihh, lo mah setiap kali ada cowok cakep langsung laporan ke gue, emang lo kira gue jomblo ngenes apa? -_-“ ucap Talitha bete. “Ehh…lo masih belom bisa move on dari Lukas lo itu? Ya elah…gue jamin,cowok yang satu ini bisa bikin lo move on deh dari Lukas. Ganteng banget weeyyy!! Kayak orang bule.” Ucap Felia antusias. “Lo aja yang sama dia! Gue sih ogah!” bentak Talitha sambil pergi keluar kelas.
Diluar kelas….
“Itu si Felia aneh-aneh aja jodohin gue sama kakak kelas yang menurut dia ganteng gitu.” Ketika Talitha sedang ngedumel dalam hati,tiba-tiba dia tidak sengaja tabrakan dengan seorang cowok, ya kalau ditaksir tingginya 180 cm. “Aduh...weh,lo kalo jalan pake mata donk!” bentak Talitha “Maaf,gue gak sengaja.” Ucap cowok tersebut sambil membantu Talitha berdiri. “Kok kayaknya gue kenal ya sama muka dia? Mirip sama Lukas. Eh tapi gak mungkin. Lukas kan chubby,pendek,terus rambutnya kayak mangkok,sedangkan yang didepan gue ini itu tinggi,badannya kayak anak-anak basket,matanya coklat terang,terus ya...lumayan ganteng.” Pikir Talitha. “Maaf ya, eh gue nanya donk, ruang kelas 12 IPA-1 ada dimana ya?” tanya cowok tersebut. “Gak tau,gue aja masih kelas 10. Berarti lo kakak kelas gue donk? Apakah gue harus memanggil elo dengan sebutan ‘kakak’?” tanya Talitha. “Gak usah, ngomong-ngomong,lo itu hampir mirip sama sahabat gue yang dulu. Cuman bedanya elo sedikit putih kulitnya.” Ucap cowok tersebut sambil berlalu.”Sahabat dia yang dulu? Cewek? Bedanya cuman dikulit? Dulu kan gue coklat,tapi karna rajin nyalon tiap minggu ya jadi putihan dikit. Jangan-jangan....dia itu Lukas lagi! Gak mungkin! Tapi,kalau dia itu Lukas,harusnya dia pake kalung yang waktu itu gue kasih. Aduh,tadi gue gak liat ke lehernya sih...” ucap Talitha dalam hati
Pulang sekolah....
“Weh Talitha, lu udah liat anak baru itu belom?” tanya Jane “Dia anak kelas 12 IPA-1 kan?” tanya Talitha “Kok elo tau? Jangan-jangan....” selidik Jane. “Jangan mikir yang aneh-aneh. Tadi gue sama dia itu gak sengaja tabrakan,trus dia nanya ke gue kalau kelas 12 IPA-1 itu ada dimana. Tapi kok dia mirip sama Lukas ya?”tanya Talitha sambil berjalan keluar kelas diikuti oleh Jane “Siapa tahu itu Lukas ,Ta.” Ucap Jane. “Mungkin..” ucap Talitha berharap.
Di parkiran motor dan mobil....
“Dah Jane, weh besok jangan lupa bawa novelnya loh.” Ucap Talitha.”Sip bos! Eh..itu tuh ada si kakak kelas ganteng. Wkwk. Dadah Talitha Jasmin!” teriak Jane dari dalam mobilnya. “Talitha Jasmin?! Jadi,cewek yang tadi tabrakan sama gue itu si Talitha? Kok dia beda banget sekarang? Jadi lebih putih.” Ucap cowok tersebut dalam hati. “Dasar tuh anak,ngomong udah kayak di hutan aja.” Ucap Talitha sambil berjalan pulang. Tiba-tiba...
“Weh, lu namanya Talitha Jasmin?” cegat cowok tersebut. “Ii..iya. Emang kenapa ya?” tanya Talitha bingung. “Halo Talitha. Masih inget aku gak?” Tanya cowok tersebut sambil tersenyum. “Gila!! Nih cowok cakep banget! Tunggu? Apakah gue harus ngomong kalau dia itu Lukas? Mending gue coba deh.” Pikir Talitha dalam hati. “Halo? Masih inget aku enggak?” Tanya cowok tersebut sekali lagi. “Kamu….Lukas Venza ya?” jawab Talitha ragu-ragu. Sebagai jawaban, cowok tersebut menunjukkan kalung yang diberikan oleh Talitha 7 tahun yang lalu. “Ya Tuhan…Kamu Lukas?! YA AMPUN!!! “ ucap Talitha sambil menghambur kepelukkan Lukas. “Iya Ta, aku masih nyimpen loh kalung yang kamu kasih. Pantesan aja ya, kayaknya dari awal kita tabrakan tadi, aku tuh udah ngerasain chemistry.” Ucap Lukas. “Ah, sok banget lo! Mentang-mentang udah lama di Amrik!” ucap Talitha sambil tertawa. “Eh,mau pulang bareng? Sekalian ngobrol-ngobrol kayak dulu lagi. Eh,sekarang lo jadi cantik-an ya.” Ucap Lukas yang sukses membuat Talitha kege-eran. “Dasar lo tukang gombal! Udah berapa cewek yang lu gombalin?” Tanya Talitha. “Ya….sekitar 100 lebih.” Ucap Lukas sombong. “Cih. Gue gak mau deket-deket ma elo deh, nanti PHP lagi.” Ucap Talitha bercanda. “Oh..tenang, kalo elo mah tetep yang pertama di hati gue, cieelah.” Gombal Lukas. “Lu ke Amrik bukannya buat belajar, malah belajar gombal. Pinter. Udah ah,jadi gak nih nganterin gue?” Tanya Talitha. “Jadi donk, naik gih.” Ucap Lukas sambil memakai helm.
Diperjalanan…..
“Weh, Lukas. Lu kenapa mau balik ke Indo lagi? Bukannya di Amrik itu enak ya?” Tanya Talitha. “Kan gue mau memenuhi perjanjian gue dengan puteri Indonesia yang sedang duduk dibelakang gue ini.” Gombal Lukas. “Huuu!” ya begitulah….satu-persatu mereka saling bercerita pengalaman mereka masing-masing ketika mereka sedang berpisah bertahun-tahun yang lalu.
6 bulan kemudian…..
“Ta, gue mau ngomong sebentar deh sama elo.” Ucap Lukas yang tiba-tiba muncul dikelasnya Talitha yang langsung membuat cewek-cewek ribut. “Hee? Ada apaan Za? (diambil dari nama belakangnya Lukas, yaitu Venza)” ucap Talitha bingung. “Ikut gue bentar.” Ucap Lukas sambil menarik tangan Talitha.
Ditaman sekolah….
“Emm.. Ta, lo tau kan kalau kita ini udah sama-sama besar?” pertanyaan Lukas inni membuat Talitha sedikit deg-degan,karena biasanya cowok yang ngomong kayak gini itu,tanda-tanda mau ‘nembak’. “Terus? Apa hubungannya ma gue?” Tanya Talitha cool, padahal dalem hati udah dag-dig-dug serr. “Gue lagi suka sama cewek, adek kelas sih. Dia itu ada dikelas elo kok.” Ucap Lukas yang membuat jantung Talitha meningkat daya detaknya. “Si…siapa Za?” Tanya Talitha. “Tenang kok Ta, bukan elo. Elo kan sahabat gue yang paliiing baik. Ituloh si Felia.” Mendengar nama sahabatnya yang diucapkan oleh Lukas, Talitha merasa kalau selama 5 detik,jantungnya berhenti befungsi. “Ooh. Bagus donk. Hehe, trus, lo kapan mau nembak dia?” Tanya Talitha dengan menahan air matanya. “Mungkin pulang sekolah nanti, tapi lo jangan bilang ke orangnya ya? Nanti jadi gak seru. Oke?” Tanya Lukas. “Okk..oke. Eh, gue balik dulu yak ke kelas, mau ngerjain PR dulu. Bye!” ucap Talitha langsung pergi dari situ. Sebenarnya Talitha sudah mengerjakan PRnya,dia hanya beralasan agar bisa menumpahkan seluruh sakit hatinya ditempat yang tersembunyi. “Udah gue duga. Lukas hanya nganggep gue sebagai sahabatnya doank,gak lebih. Emang takdir gue yang jelek. Selamat ya Felia, lo pantes dapetin Lukas. Sama-sama ganteng dan cantik, sama-sama orang popular. Gue? Selalu aja dibawahnya Felia. Udahlah, Tuhan punya rencana kok.” Ucap Talitha sambil berlinang air mata.
Pulang sekolah…
Seperti yang sudah dibicarakan tadi siang, Lukas datang ke kelasnya Talitha. Talitha yang melihat Lukas datang sudah langsung menyuruh teman-teman yang masih didalam kelasnya untuk segera keluar. “Weh, lu semua keluar dulu deh. Please. Ada yang mau nembak nih.” Ucap Talitha kepada temna-teman lainnya. “Cie…cie…siapa tuh. Lu ya Talitha? Sama Lukas?” celetuk salah satu temannya. “Enggak. Udah ah, kalian keluar dulu aja. Nanti kalau mereka berhasil jadian,kita suruh mereka traktir kita. Wkwk.” Ucap Talitha sambil tertawa tidak rela. “Oce..oce..” ucap teman-temannya dan langsung pergi keluar semuanya,tinggal Felia dan Lukas sendiri yang ada dikelas situ.
Dikelas Talitha….
“Hai.. Felia.” Ucap Lukas kaku. “Halo juga kak, tumben kesini. Gak nyariin Talitha?” Tanya Felia sambil senyam-senyum. “Enggak kok, aku malah nyariin kamu.” Ucap Lukas yang sontak membuat Felia kaget. “Nyariin aku? Buat apa?” Tanya Felia bingung. “Fel, kitakan kenal udah lumayan lama, terus kita udah sama-sama perilaku masing-masing, boleh gak, aku mengenal kamu lebih dalam ? Kamu…ermm….mau kan jadi pacar aku?” ucap Lukas yang sukses membuat Felia mati kutu. “Gimana ya kak, mau deh. Aku juga suka sama kakak dari pertama kali kakak masuk kesini, cumin aku kira kakak itu sukanya sama Talitha, abis kalian kelihatan akrab banget.” Ucap Felia. “Aku sama Talitha tuh cuman sahabatan doank. Jadi intinya, kamu terima aku?” ucap Lukas girang. “Emm…iya kak.” Ucap Felia malu-malu. “YES! GUE DITERIMA! Makasih ya Fel!” ucap Lukas sambil memegang tangan Felia.
Diluar kelas…
“YEEAAAHH!!! FELIA JADIAN SAMA LUKAS! WUHUU!” teriak teman-temannya Talitha. “Selamat ya buat kalian berdua, kalian berdua memang cocok kok” ucap Talitha dalam hati.
2 bulan kemudian…
“Yung, kamu nanti mau kuliah kemana?” Tanya Felia ke Lukas. “Di Indo aja deh yung, biar bisa deket sama kamu.” Ucap Lukas gombal. “Dasar kamu. Hahaha.” Ucap Felia sambil tertawa. “Kok elo dari tadi diem aja sih Ta?” Tanya Lukas. “Lo gak liat gue lagi ngapain?” ucap Talitha dingin. “Wets…santai bro. Lo kenapa sih akhir-akhir ini jadi dingin gini?” Tanya Lukas. “Bukan urusan elo!” ucap Talitha sambil beranjak dari tempat duduknya. “Dia kenapa sih yung?” Tanya Lukas. “Biasa, cewek. Setiap bulan.” Ucap Felia. “Pasti ada apa-apa nih sama Talitha.” Pikir Lukas.
Dan…mulai hari-hari selanjutnya, Talitha mulai sedikit demi sedikit menjauh dari Felia khususnya Lukas. Berpapasan pun, Talitha pura-pura tidak mengenal mereka. Di-sms pun, tidak dibalas oleh Talitha. Hingga pada hari kelulusan anak-anak kelas 12. Dan Talitha pun jadi sering mendengar lagu-lagu galau, khususnya lagu Maudy Ayunda-Tahu Diri. Lagu ini sangat cocok dengan suasana saat ini yang dialami oleh Talitha. Tetapi mereka berdua masih sama-sama menyimpan barang kenangan mereka masing-masing. Gelang dan kalung.
Pergilah….menghilang sajalah…lagi.
Comment Now
0 comments