cerpen : Kira Beth

Posted
Kira Beth

Hasil gambar untuk danbo sedih
Pernahkah kamu, menyukai seseorang dan menyatakan padanya langsung berkali-kali?
Kalau matahari bisa bicara, boleh mengeluh dan mengutarakan apa yang ia rasakan mungkin yang pertama kali akan dia katakan adalah “Asingkan gadis bernama Kira Beth ke galaksi lain!” Kenapa begitu? Kira Beth. Kira dalam bahasa Rusia memiliki arti Matahari, tapi sebaliknya gadis ini sama sekali tak menyukai matahari. Dia selalu keluar rumah dengan menggunakan payung atau mantel, menolak kehangatan cahaya matahari. Alasannya? Takkan ku beri tau diawal cerita. Beth dalam bahasa scotlandia berarti lincah tapi gadis ini sama sekali tak begitu. Gerakan tubuhnya dapat terhitung jari, rutinitasnya monoton dan dia pemurung yang lebih kelam dari malam tanpa bulan. Soal kehidupannya? Dia langganan pem bully-an di sekolah. Tapi hanya bertahan beberapa bulan, mereka sang pembully bahkan dibuat kesal karena Kira hanya diam dan menerimanya. Beberapa dari mereka mulai berpikir dia memiliki gangguan jiwa, adapula yang menyebarkan isu bahwa Kira seorang psikopat dan sedang menunggu waktu yang tepat untuk membalas dendam.
“Namanya saja Kira —dalam bahasa Jepang artinya Pembunuh.”
Dan bagaimana dengan si gadis yang diisukan? Dia tak peduli.
Kebanyakan orang yang pertama kali melihat akan berpikiran bahwa ia memiliki depresi berat. Raut wajahnya selalu cemberut dan ketus ketika di tempat umum. Terkadang dia juga mengomel sendirian. Mulutnya bergerak tapi tak ada satupun kata yang keluar. Padahal sebenarnya Kira adalah gadis yang baik—hanya saja tak wajar. Dia adalah gadis penurut di rumah dan rajin di sekolah. Kira mungkin tak pernah tersenyum tetapi wajahnya tak terlihat buruk. Dia tidak cantik ataupun jelek, dia manis. Wajahnya oval dan tirus, matanya sipit dengan tatapan tajam, dia memiliki hidung lenin dan bibir mungil, rambutnya sebahu berwarna hitam pekat kontras dengan kulitnya yang putih pucat.
Mengapa aku mendeskripsikan Kira Beth? Sungguh tak ada maksud lain kecuali memang karena cerita ini tentang dirinya. Aku adalah cowok biasa saja—tapi beberapa anak cewek di kelasku bilang aku menarik dan berwajah manis. Aku anak pindahan beberapa hari yang lalu dari kota Palembang. Namaku M Dev Edgar, dan kebetulan duduk sebangku dengannya. Kira Beth. Awalnya aku merasa tidak nyaman duduk dengannya, dan beberapa teman sekelasku menatap kami berdua seperti anak anjing kumal yang terbuang. Kira Beth selalu membuat kontak mata yang aneh, dia menatapku kemudian gelagapan dengan ekspresi wajah yang tak enak dilihat. Jujur saja, itu sangat menggangguku dan terlihat menjijikan. Dia seperti sedang mengutukku atau yang lainnya. Mungkin beberapa dari kalian berpikir, aku ini jahat. Baiklah, pembaca pria mungkin akan lebih mengerti soal ini.Beberapa temanku sering sekali menawari bangkunya—padahal bangku mereka sendiri sudah terisi. Kemudian aku mulai berpikir bahwa kenapa setiap orang memperlakukan Kira Beth seperti virus penyakit? Seperti HIV/AIDS? Termasuk diriku sendiri. Aku sadar, ini merupakan perbuatan yang salah. Maka untuk menebusnya, aku mulai mendekati Kira Beth. Mencoba menjalin interaksi yang wajar dan mengendalikan kontak matanya. Meskipun terkadang aku merasa tidak kuat melihat ekspresi yang dibuat oleh wajahnya itu, dia benar-benar menempatkanku di posisi ‘Psikiater’ pribadinya. Hingga suatu hari kuberanikan diri mengatakan hal menggelikan yang bahkan kedua telingaku hampir meledak saking tak mau mendengarnya.

“Kira, Kau tak boleh membuat ekspresi aneh seperti itu. Maksudku... aku hanya ingin memberitahumu dengan halus, ekspresi itu tidak sesuai dengan apa yang kamu ucapkan. Dan tidak sesuai dengan yang semestinya. Kau harus berusaha bersikap lebih tenang, kupikir kau terlihat manis ketika terdiam dan bisa mengontrol salah tingkahmu itu.”

Lagi-lagi Kira membuat ekspresi aneh. Dan untuk kesekian kalinya, aku menahan mual.
Setelah perkataanku waktu itu, Kira benar-benar terlihat berbeda. Bukan ekspresinya, namun sikap gadis itu. Entah antara dia sedang tersinggung atau berusaha membenahi dirinya, yang jelas jika mulai berekspresi aneh lagi dia akan memalingkan wajah atau menunduk. Bukannya menjadi lebih baik, kurasa hal itu malah memperparah keadaannya. Seolah-olah Kira sedang menahan diri dari dirinya yang sesungguhnya. Itu bukan suatu pengontrolan diri, tapi itu adalah kamuflase yang menyiksa! Beberapa teman dekatku berpikir bahwa aku terlalu khawatir dan peduli pada Kira, bahkan mereka mengambil kesimpulan bahwa aku telah jatuh cinta padanya atau mungkin terkenan mantra Kira. Memang benar diantara yang lainnya, aku lah yang paling peduli soal Kira. Tapi jika dibilang menyukainya, kurasa mereka salah.
TBC....
Share on Google+

You Might Also Like

Comment Now

0 comments