Misteri Rumah Tua
Cerpen Karangan: Rizal Rahman
Hari ini, Remi dan ibu angkatnya pindah ke rumah baru. Rumah minimalis yang didesain elegan itu semakin sejuk, karena banyak tanaman hias yang tumbuh di halaman. Sungguh pemandangan yang sedap bagi orang yang melihat. Penduduk sekitar, menyambut baik kedatangan Remi dan ibunya. Hal ini membuat Remi cepat beradaptasi dengan lingkungan. Teman-teman Remi selalu datang dan meramaikan suasana di rumah barunya itu. 2 tahun berlalu, tak ada yang istimewa dari kehidupannya. Hingga pada satu hari, saat Remi pulang sekolah Remi menemui kejadian aneh. Dia melihat ada gerobak nasi goreng di halaman rumah tua yang berhadapan dengan rumah barunya. Remi pulang dan menanyakan pada ibunya yang sedang menjahit.
“Ibu apakah rumah tua itu sudah dihuni?”
“Tidak ada Nak. Kata Bu wilda rumah itu sudah lama ditinggal kosong.”
“Tapi aku melihat ada gerobak nasi goreng di rumah itu”
“Remi, sepertinya kamu kelelahan. Cepat ganti baju dan makan. Kemudian istirahat” jawab ibu dengan lugas.
“Tidak ada Nak. Kata Bu wilda rumah itu sudah lama ditinggal kosong.”
“Tapi aku melihat ada gerobak nasi goreng di rumah itu”
“Remi, sepertinya kamu kelelahan. Cepat ganti baju dan makan. Kemudian istirahat” jawab ibu dengan lugas.
Remi kecewa dengan jawaban ibunya. Dia mencoba melupakan kejadian aneh itu dan menjalani hari seperti biasa. Saat bermain bola, Heru tidak sengaja menendang bola dan masuk ke rumah tua tersebut. Remi berusaha mengambil namun Adi melarangnya. Adi mengajak teman-teman untuk pulang dan menceritakan sebuah cerita pada Remi. “Dulu sewaktu kamu dan Ibumu belum tinggal di sini, rumah itu dihuni oleh keluarga kaya mereka punya seorang anak perempuan bernama Indri. Saat aku dan Adi pulang salat isya kita berdua mendengar ada suara tangis dari dalam. Yang kita berdua yakini itu adalah suara Indri, tapi bukan. Keesokkan harinya kita mendengar kabar Indri dan keluarga sudah pindah dari rumah itu, seminggu sebelum suara itu terdengar.” Remi merinding, dalam hatinya bertanya, “lalu suara siapa yang mereka dengar?”
Remi pulang dengan gelisah. Dia ingin menceritakan apa yang dia dengar namun ibunya tak ada di rumah. Ditambah lagi lampu di rumah Remi mendadak mati. Sang ibu pulang dan terkejut dengan apa yang terjadi. Remi dan ibunya pergi ke Pak RT untuk meminta penjelasan. Pak Rt dengan gugup berkata.
“sekring di rumah Bu Remi terhubung dengan rumah tua di seberang.”
“Bisakah Bapak memperbaikinya?” Tanya sang ibu. Pak RT hanya memberi kunci dan meninggalkan mereka berdua.
“sekring di rumah Bu Remi terhubung dengan rumah tua di seberang.”
“Bisakah Bapak memperbaikinya?” Tanya sang ibu. Pak RT hanya memberi kunci dan meninggalkan mereka berdua.
Saat makan malam, di bawah terangnya lilin nafsu makan Remi menghilang. Kecemasan akan gerobak nasi goreng dan suara tangis yang diceritakan Adi memenuhi pikiran Remi. Sang ibu yang paham dengan perasaan Remi, mengajaknya makan. Dan meyakinkan padanya bila semua akan baik-baik saja. Seusai makan malam, Remi dan ibunya duduk di ruang tamu. Remi menceritakan apa yang dia dengar Adi, tapi ibunya hanya tersenyum dan mengajak Remi tidur. Dalam tidur, Remi bermimpi ibunya pergi ke rumah tua itu dan tidak kembali lagi. Sontak, mimpi itu membuatnya kaget dan terbangun.
Jam menunjukkan pukul 3 pagi. Sang ibu yang tadi ada di sebelahnya kini sudah tiada. Remi melihat pintu rumahnya terbuka dan Remi sadar, mimpi buruknya jadi kenyataan. Dari dalam rumah, Remi melihat cahaya senter di rumah tua tersebut. Remi ingin mengejar ibunya, tapi ketakutan menahan langkahnya. Tubuhnya gemetar dan Remi berdoa agar ibunya diberi perlindungan. Seusai berdoa lampu di rumah Remi menyala. Tapi sang ibu belum kembali. Remi melawan ketakutannya, dengan gemetar Remi memegang gagang pintu rumahnya saat akan membuka pintu ada seseorang yang mendorong pintu itu dari luar. Remi berteriak histeris, suaranya pecah ke seluruh ruangan. Dan sosok itu adalah ibunya. Setelah menenangkan Remi, si ibu mengajaknya tidur.
Keesokkan harinya tetangga dan Pak RT datang untuk mengetahui apa yang terjadi semalam. Beliau menceritakan bahwa beliaulah yang masuk dan memperbaiki sekringnya sendiri. Lalu beliau juga menjelaskan, rumah itu tidak berhantu karena dijaga oleh pembantu keluarga Indri. Mereka jarang tinggal maka sengaja membuat alarm suara tangis untuk menakuti orang yang ingin berniat jahat. Gerobak nasi goreng yang dilihat Remi adalah gerobak yang dibuat Pak Danang pembantu keluarga Indri. Di tengah pembicaraan, datanglah Pak Danang dan istrinya Bu Astri membenarkan cerita tersebut. Misteri rumah tua terpecahkan. Kini Remi dan para penduduk sekitar hidup tenang dan nyaman seperti biasanya.
Cerpen Karangan: Rizal Rahman
Comment Now
0 comments